Sepatah kata tentang keselamatan
Di dalam bekerja dengan rangkaian-rangkaian elektronika, keselamatan pribadi (baik kita yang bekerja maupun semua lingkungan sekitar) harus diutamakan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Kita menganggap tegangan diatas 50 Volt sudah termasuk tegangan tinggi dan karena itu kita harus berhati-hati ketika sudah menggunakan rangkaian elektronika dengan tegangan tersebut. Tegangan di dalam banyak perangkat rangkaian listrik yang termasuk semua benda pada umumnya mempunyai sumber daya listrik, memiliki kemampuan untuk menimbulkan aliran arus listrik di dalam tubuh yang cukup besar dapat menghentikan kerja normal jantung. Jalur yang paling berbahaya bagi aliran listrik dalam tubuh (yaitu yang paling mungkin menyebabkan berhentinya kerja jantung) adalah jalur dari ujung tangan ke tangan lainnya. Seberapa parahnya akibat dari sengatan listrik bergantung pada beberapa faktor, termasuk diantaranya adalah besarnya arus listrik, baik bolak-balik maupun searah, dan persisnya jalur yang dilalui oleh tubuh. Besarnya arus listrik yang dilalui tergantung dari besarnya tegangan listrik dan resistansi tubuh. Durasi kontak juga penting menentukan efek-efek fisiologis dari sengatan tersebut.
Sebagai panduan kasar, dengan mengasumsikan bahwa tegangan yang bekerja dari sumber a.c. 250V 50Hz, efek-efek berikut ini adalah tipikal:
Arus Efek Fisiologis
Kurang dari 1 mA Biasanya tidak terasa
1 mA sampai 2 mA Batas ambang persepsi (sedikit rasa menggelitik mungkin terasa)
2 mA sampai 4 mA Sengatan ringan (efek dari aliran arus terasa)
4 mA sampai 10 mA Sengatan serius (sengatan terasa sakit)
10 mA sampai 20 mA Kelumpuhan saraf motoris mungkin terjadi
(tidak dapat melepaskan diri)
20 mA sampai 50 mA Kontrol pernafasan terganggu (pernafasan dapat berhenti)
Lebih dari 50 mA Pengerutan otot bilik jantung (gagal jantung)
Kesimpulan dari semua, setiap beda tegangan di atas 50 V harus dianggap berbahaya. Kita harus berhati-hati pada saat kita bekerja dengan rangkaian listrik dan rangkaian elektronik.
Satuan-satuan dasar (Standard International)
Kuantitas Satuan Singkatan
Arus Listrik ampere A
Panjang meter m
Intensitas cahaya candela cd
Massa kilogram kg
Suhu Kelvin K
Waktu detik s
Kerapatan Zat mol mol
Kuantitas-kuantitas listrik
Kuantitas Satuan turunan Singkatan
Kapasitansi farad F
Muatan coulomb C
Energi joule J
Gaya newton N
Frekuensi hertz Hz
Iluminasi lux lx
Induktansi henry H
Fluks cahaya lumen lm
Fluks magnetic weber Wb
Potensial volt V
Daya watt W
Resistansi ohm Ω
Konduktor dan isolator
Arus listrik adalah nama yang diberikan untuk aliran elektron-elektron (atau pembawa (carrier) muatan negative). Elektron-elektron kulit terluar atom dari sebuah konduktor dapat denga mudah berpindah ke atom-atom yang bersebelahan dalam susunan atom-atom yang membentuk substansi konduktor tersebut. Inilah yang memungkinkan substansi tersebut menghantarkan listrik. Contoh-contoh konduktor tipikal adalah logam-logam seperti tembaga, perak, besi, dan alumunium. Sebaliknya, elekron-elektron kulit terluar dari suatu isolator terikat kuat pada atom-atom induknya dan perpindahan electron praktis tidak mungkin terjadi. Contoh-contoh isolator tipikal adalah plastik, karet, dan bahan-bahan keramik.
Hukum ohm
Jika suhu tidak mengalami perubahan, rasio dari beda potensial pada ujung-ujung sebuah konduktor terhadap arus yang mengalir dalam konduktor itu adalah sebuah konstanta. Hubungan ini dikenal sebagai hokum Ohm dan menghasilkan hubungan:
V/I = sebuah konstanta = R
V = I x R atau I = V / R atau R = V / I
I dalam Ampere (A), R dalam Ohm (Ω), dan V dalam Volt (V)
Resistansi dan resistivitas
Resistansi dari suatu konduktor logam berbanding lurus dengan panjang konduktor tersebut dan berbanding terbalik dengan luas penampang konduktor. Resistansi berbanding lurus dengan resistivitas (atau resistansi spesifik). Resistivitas didefinisika sebagai resistansi yang terukur antara muka-muka yang berlawanan dari sebuah kubus yang memiliki rusuk-rusuk sepanjang 1 cm.
R = p x l / A
bersambung....














































